DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI1
PENDAHULUAN2
1.1
Latar Belakang2
1.2 Rumusan Masalah2
1.3 Tujuan2
PEMBAHASAN3
2.1 Definisi jaringan dan telekomunikasi3
2.2 Jenis – jenis jaringan telekomunikasi3
2.3 Media telekomunikasi7
2.4 Internet, intranet, dan ekstranet11
KESIMPULAN16
DAFTAR
PUSTAKA17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar belakang
Perkembangan
jaringan telekomunikasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat cepat. Berbagai
macam fasilitas teknologi telekomunikasi terus dikembangkan agar pengguna dapat
melakukan komunikasi suara, data, dan grafik / gambar. Kebutuhan akan
komunikasi grafik dan gambar membutuhkan kecepatan data yang semakin tinggi
sehingga harus didukung oleh sistem yang handal agar dapat memberikan kualitas
layanan dengan baik.
Kegunaan internet dari waktu ke waktu semakin
dibutuhkan oleh berbagai elemen masyarakat maupun badan usaha untuk berbagai
kebutuhan yang disesuaikan, baik untuk meningkatkan produktivitas ataupun
sarana bertukar data dan juga akses informasi maupun sarana hiburan online yang sangat lengkap. Berbagai
media cetak sudah banyak yang beralih ke media online dalam memberikan berita dan informasi. Kegunaan internet
juga dirasakan dalam transportasi, seperti kemudahan dalam pembelian dan
informasi harga tiket kereta api ataupun tiket pesawat terbang
sudah bisa dibeli secara online, dan berlaku juga untuk berbagai hal lainnya. Semakin
memudahkan tentunya dengan kehadiran internet dan kegunaannya akan terus
berkembang semakin banyak dalam memenuhi tuntutan para penggunanya.
1.2. Rumusan
masalah
1.2.1.
Apakah
definisi jaringan dan telekomunikasi ?
1.2.2.
Apa saja jenis
– jenis jaringan telekomunikasi ?
1.2.3.
Apa saja media
telekomunikasi ?
1.2.4.
Apa internet,
intranet, dan ekstranet itu ?
1.3.
Tujuan
1.3.1.
Menjelaskan definisi
jaringan dan telekomunikasi
1.3.2.
Menjelaskan jenis
– jenis jaringan telekomunikasi
1.3.3.
Menjelaskan apa
saja media telekomunikasi
1.3.4.
Menjelaskan apa
internet, intranet, dan ekstranet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi
jaringan dan telekomunikasi
Menurut definisi, istilah jaringan berarti sebuah
rantai, kelompok, atau sistem yang saling terkoneksi atau saling terhubung.
Dengan definisi ini, kita dapat mulai untuk mengidentifikasi berbagai jenis
jaringan : rantai hotel, sistem jalan, nama dalam buku alamat seseorang atau
PDA, sistem jalur kereta api, anggota sebuah gereja, atau organisasi.
Contoh-contoh dari jaringan dalam dunia kita secara virtual tidak pernah
berakhir, dan jaringan komputer, meskipun keduanya bernilai dan berdaya,
hanyalah satu contoh dari konsep.
Telekomunikasi adalah pertukaran informasi dalam
segala bentuk (suara, data, teks, tampilan, audio, video) di seluruh jaringan.
Jaringan telekomunikasi pada awalnya tidak menggunakan komputer untuk
mengarahkan lalu lintas, dan dengan seperti ini, menjadi lebih hambat
dibandingkan jaringan berbasis komputer saat ini.
Telekomunikasi dan teknologi jaringan adalah bisnis
dan kumpulan antarjejaring dan perubahan cepat. Bisnis telah menjadi perusahaan
dalam jaringan. Internet, situs, serta intranet dan ekstranet adalah proses
bisnis jaringan dan karyawan bersama yang menghubungkan mereka kepada
pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan bisnis mereka lainnya. Perusahaan
dan kelompok kerja dapat berkolaborasi lebih kreatif, mengelola operasi bisnis
mereka dan sumber daya dengan lebih efektif, dan bersaing dengan berhasil dalam
perubahan ekonomi global yang cepat saat ini.
2.2
Jenis – jenis
jaringan telekomunikasi
2.2.1
Jaringan Area
Luas (WAN)
Jaringan
telekomunikasi melingkupi area geografis yang luas yang disebut jaringan area
luas (wide area networks – WAN).
Jaringan yang melingkupi satu kota yang luas atau area metropolitan (metropolitan area networks) dapat juga
termasuk dalam kategori ini. Jaringan luas seperti ini telah menjadi kebutuhan
dalam menjalankan aktivitas sehari – hari dari banyak bisnis dan organisasi
pemerintahan dan pengguna akhir mereka. Sebagai contoh, WAN yang banyak
digunakan oleh perusahaan multinasional untuk mentransmisikan dan menerima
informasi di antara karyawan mereka, pelanggan, pemasok dan organisasi lain di
seluruh kota, wilayah, negara, dan dunia.
2.2.2
Jaringan Area
Lokal (LAN)
Jaringan area
lokal (local area networks – LAN)
menghubungkan komputer dan perangkat pengolahan informasi lainnya dalam area
fisik terbatas, seperti kantor, ruang kelas, gedung, pabrik manufaktur, atau
lokasi kerja lain. LAN telah menjadi hal biasa dalam banyak organisasi untuk
menyediakan kemampuan jaringan telekomunikasi yang menautkan pengguna akhir di
kantor, departemen, dan kelompok kerja lainnya.
LAN
menggunakan berbagai media telekomunikasi, seperti kabel telepon biasa, kabel
koaksial, atau bahkan sistem radio nirkabel dan inframerah, untuk saling
menghubungkan komputer mikro, stasiun kerja, dan komputer periferal. Untuk
berkomunikasi melalui jaringan, masing – masing komputer pribadi biasanya
memiliki sebuah papan sirkuit yang disebut kartu jaringan antarmuka. Kebanyakan
LAN menggunakan lebih banyak komputer mikro dengan kapasitas cakram keras yang
besar, disebut sebuah server arsip atau server jaringan, yang berisi sebuah
program sistem jaringan operasi yang mengendalikan telekomunikasi dan
penggunaan dan pembagian sumber daya jaringan. Sebagai contoh, sistem ini
mendistribusikan salinan dari arsip data biasa dan paket perangkat lunak ke
komputer mikro lain dalam jaringan dan mengendalikan akses ke pencetak laser
terbagi dan jaringan periferal lain.
2.2.3 Jaringan
Virtual Pribadi (VPN)
Banyak
organisasi menggunakan jaringan virtual pribadi (virtual private network – VPN)
untuk membangun intranet dan ekstranet yang terlindungi. Jaringan virtual
pribadi adalah sebuah jaringan yang aman yang menggunakan Internet sebagai
jaringan penyokong utama, tetapi bergantung pada dinding penghalang jaringan,
enkripsi, dan fitur keamanan lain dari koneksi Internet dan ekstranet serta
organisasi yang berpartisipasi. Untuk itu, sebagai contoh, VPN memungkinkan
sebuah perusahaan untuk menggunakan Internet untuk membuat intranet yang aman
antara kantor cabang yang jauh dan pabrik manufaktur dan ekstranet yang aman
antara dirinya sendiri dengan pelanggan bisnis dan pemasok.
VPN atau Virtual
Private Network adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan
lainnya secara privat melalui jaringan publik (Internet). VPN disebut Virtual
network karena menggunakan jaringan publik (Internet) sebagai media
perantaranya alias bukan koneksi langsung. Dan disebut Private network
karena jaringannya bersifat privat, dimana hanya orang tertentu saja yang bisa
mengaksesnya. Data yang dikirimkan pun terenkripsi sehingga aman dan tetap
rahasia meskipun dikirim melalui jaringan publik.
2.2.4
Jaringan Klien
/ Server
Jaringan
klien/server telah menjadi arsitektur informasi utama dari komputasi di seluruh
perusahaan. Dalam jaringan klien/server, pengguna akhir PC atau stasiun kerja
NC adalah klien. Mereka saling terhubung oleh jaringan area lokal dan berbagi
pengolahan aplikasi dengan server jaringan, yang juga mengelola jaringan.
Jaringan
klien/server terlihat lebih ekonomis dan fleksibel dibandingkan dengan sistem
warisan dalam memenuhi kebutuhan pengguna akhir, kelompok kerja, dan unit
bisnis dan lebih beradaptasi dalam menyesuaikan beragam beban kerja komputasi.
2.2.5
Jaringan Rekan
ke Rekan
Arsitektur
jaringan rekan ke rekan yang murni tidak memiliki direktori atau server pusat.
Pertama, perangkat lunak pembagi data dalam jaringan P2P menghubungkan PC
dengan salah satu dari pengguna yang online dalam jaringan. Kemudian, tautan
yang aktif pada nama pengguna ditransmisikan dari rekan ke rekan kepada semua
pengguna online dalam jaringan pengguna yang pertama (dan pengguna online lain)
ditemukan dalam sesi sebelumnya. Dengan cara ini, tautan aktif ke rekan yang
lebih dan lebih banyak lagi tersebar di seluruh jaringan, maka semakin banyak
ia digunakan.
2.3
Media
telekomunikasi
2.3.1
Teknologi
kabel
· Sepasang kawat berpilin
Kabel
telepon biasa, terdiri atas kabel tembaga dipilin menjadi sepasang (twisted
pair wire) adalah medium yang digunakan paling meluas untuk telekomunikasi.
Sambungan ini digunakan untuk mendirikan jaringan komunikasi di seluruh dunia
untuk transmisi suara dan data. Sepasang kawat berpilin dibungkus atau dilapisi
dalam berbagai bentuk dan digunakan secara meluas di rumah dan sistem telepon
kantor dan di banyak jaringan area lokal serta jaringan area luas. Kecepatan
transmisi berkisar dari 2 juta bit per detik (tidak berpelindung) sampai 100
juta bit per detik (berpelindung).
· Kabel koaksial
Kabel
koaksial terdiri atas kabel tembaga atau alumunium kokoh yang dibungkus dengan
pengatur jarak untuk menyekat dan melindunginya. Penutup kabel dan insulasi
meminimalkan gangguan dan distorsi sinyal yang dibawa kabel. Kelompok kabel
koaksial dapat dibundel bersama – sama untuk memudahkan pemasangan. Sambungan
berkualitas tinggi ini dapat ditempatkan di bawah tanah dan dibaringkan di
dasar danau dan samudera. Mereka memudahkan transmisi data berkecepatan tinggi
(dari 200 juta sampai lebih dari 500 juta bit per detik – 200 – 500 Mbps) dan
digunakan pada sambungan sepasang kawat berpilin pada area metropolitan
berlayanan tinggi, untuk sistem kabel televisi, dan koneksi komputer jarak
pendek serta alat periferal. Kabel koaksial juga digunakan di banyak gedung dan
lokasi kerja untuk jaringan area lokal.
· Serat optik
Serat
optik menggunakan kabel yang terdiri atas satu atau lebih filamen setipis
rambut dari serat kaca dibungkus dengan sarung pelindung. Mereka dapat
mengalirkan denyut dari elemen lampu yang terlihat (foton) yang dihasilkan oleh
laser pada tingkat transmisi sebesar triliun bit per detik (terabit per detik, atau Tbps). Kecepatan ini
ratusan kali lebih cepat dibandingkan kabel koaksial dan ribuan kali lebih baik
dari sambungan sepasang kawat berpilin. Kabel serat optik memberikan ukuran
substansial dan pengurangan berat seiring dengan kecepatan yang bertambah
kapasitas muatan yang lebih besar. Sebuah kabel serat optik berdiameter
setengah inci dapat memuat lebih dari 500.000 saluran, bandingkan dengan
sekitar 5.500 saluran untuk sebuah kabel koaksial standar.
2.3.2
Teknologi
nirkabel
· Gelombang mikro terestrial
Gelombang
mikro terestrial termasuk sistem gelombang mikro yang terikat pada bumi yang
mentransmisikan sinyal radio berkecepatan tinggi dalam sebuah lintasan
sambungan pandangan antara celah stasiun penyampaian yang diperkirakan terpisah
30 mil. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada puncak gedung, menara,
bukit, dan puncak gunung, dan mereka sebuah pemandangan yang biasa di banyak bagian
pedesaan. Mereka masih menjadi medium yang populer, untuk jaringan jarak jauh
maupun area metropolitan.
· Satelit komunikasi
Satelit
komunikasi juga menggunakan gelombang radio mikro sebagai medium telekomunikasi
mereka. Umumnya, satelit komunikasi orbit bumi yang tinggi (high earth orbit –
HEO) ditempatkan dalam stationary geosynchronus orbits sekitar 22.000 mil di
atas ekuator. Satelit diperkuat oleh panel tenaga surya dan dapat
mentransmisikan sinyal gelombang mikro pada tingkat beberapa ratus juta bit per
detik. Mereka bertindak sebagai stasiun penyampaian untuk sinyal komunikasi
yang ditransmisikan dari stasiun bumi. Stasiun bumi menggunakan piringan antena
untuk mengarahkan sinyal gelombang mikro ke satelit yang memperkuat dan
mentransmisikan ulang sinyal ke stasiun bumi lain sejauh ribuan mil.
Berbagai
teknologi satelit lain telah diimplementasikan untuk meningkatkan komunikasi
bisnis global. Sebagai contoh, banyak perusahaan menggunakan jaringan satelit
kecil piringan antena yang dikenal sebagai VSAT (Very Small Aperture Terminal /
terminal bukaan yang sangat kecil) untuk menghubungkan took mereka dan tempat
kerja berjarak jauh melalui satelit. Jaringan satelit lainnya menggunakan
banyak satelit orbit bumi rendah (low earth orbit – LEO) yang mengorbit di
ketinggian 500 mil di atas bumi. Perusahaan seperti Globalstar menawarkan
telepon nirkabel, radio panggil, dan layanan pesan ke pengguna di manapun
berada di dunia.
· Sistem seluler dan PCS
Sistem
seluler dan PCS serta radio panggil menggunakan beberapa teknologi
telekomunikasi. Namun, seluruhnya membagi area geografis ke dalam area kecil,
atau sel, yang biasanya dari satu ke beberapa mil persegi dalam area. Masing –
masing sel memiliki pemancar daya rendah atau alat antena pengirim radio untuk
mengirimkan panggilan dari satu sel ke yang lainnya. Komputer dan prosesor
komunikasi lain berkoordinasi dan mengendalikan transmisi ke dan dari pengguna
bergerak (mobile) saat mereka berpindah dari satu area ke area lainnya.
· LAN nirkabel
Penggunaan LAN nirkabel yang tumbuh cepat sebagai
teknologi berkecepatan tinggi telah diimplementasikan. Sebuah contoh utama
adalah teknologi gelombang radio nirkabel standar terbuka yang secara teknis
dikenal sebagai IEEE 802.11b, atau lebih populer sebagai Wi-Fi (Wireless
Fidelity – jaringan tanpa kabel). Wi-Fi lebih cepat dan tidak mahal
dibandingkan Standard Eternet, dan teknologi LAN berbasis kabel umum lainnya.
Dengan demikian, jaringan LAN nirkabel membantu laptop PC, PDAs, dan alat lain
dengan modem Wi-Fi untuk terhubung dengan mudah ke Internet dan jaringan lain
yang berkembang dengan cepat dalam bisnis, publik, dan lingkungan rumah.
· Bluetooth
Sebuah teknologi nirkabel berjarak pendek yang
disebut Bluetooth dengan cepat telah dibangun di dalam komputer dan alat lain.
Bluetooth bertindak sebagai koneksi nirkabel tanpa kabel ke alat periferal,
seperti pencetak dan pemindai computer. Beroperasi di sekitar 1 Mbps dengan
sebuah jarak yang efektif dari 10 sampai 100 meter. Bluetooth memberi harapan
untuk mengubah secara signifikan cara kita menggunakan komputer dan alat
komunikasi lain dalam beberapa bentuk.
· Situs nirkabel
Akses nirkabel ke internet, intranet, dan ekstranet
tumbuh lebih sebagai perkembangan alat informasi berbantu komputer. Smartphone,
radio panggil, PDA, dan alat komunikasi portabel lain telah menjadi klien yang
sangat kecil dalam jaringan nirkabel. Persetujuan dalam sebuah protokol
aplikasi nirkabel (wireless application protocol – WPA) standar telah mendorong
pengembangan dari banyak aplikasi dan layanan situs nirkabel. Industri
telekomunikasi terus bekerja pada teknologi nirkabel generasi ketiga (3G) yang
memiliki tujuan untuk menaikkan kecepatan transmisi nirkabel untuk membantu
mempersingkat aplikasi video dan multimedia dalam peralatan bergerak.
2.4
Internet,
intranet, dan ekstranet
2.4.1 Internet
Kegunaan
bisnis dari internet telah meluas dari sebuah pertukaran informasi elektronik
ke sebuah platform yang lebar untuk aplikasi bisnis strategis. Perusahaan juga
menggunakan teknologi internet untuk pemasaran, penjualan, dan aplikasi
manajemen hubungan pelanggan, selain itu juga aplikasi bisnis antarfungsional,
dan aplikasi mesin, manufaktur, sumber daya manusia, dan akuntansi. Ringkasnya,
kebanyakan perusahaan membangun laman situs bisnis elektronik dari perdagangan
komersial untuk mencapai enam nilai bisnis utama :
·
Menghasilkan
penerimaan baru dari penjualan online.
·
Mengurangi
biaya transaksi melalui penjualan online dan dukungan pelanggan.
·
Menarik
pelanggan baru melalui pemasaran dan iklan situs, serta penjualan online.
·
Meningkatkan
loyalitas dari pelanggan saat ini melalui layanan dan dukungan situs pelanggan
yang ditingkatkan.
·
Mengembangkan
saluran pemasaran dan distribusi berbasis situs baru untuk produk yang sudah
ada.
·
Mengembangkan
produk baru berbasis informasi yang dapat diakses di situs.
2.4.2 Intranet
Intranet merupakan sebuah jaringan di dalam sebuah
organisasi yang menggunakan teknologi internet (seperti penjelajah situs dan
server, protocol jaringan TCP/IP,
publikasi dan basis data dokumen hypermedia HTML, dll) untuk menyediakan
lingkungan serupa internet dalam perusahaan untuk berbagi informasi,
komunikasi, kolaborasi dan pendukung proses bisnis. Sebuah intranet diproteksi
oleh ukuran keamanan, seperti kata sandi, enkripsi, dan dinding penghalang,
sehingga hanya dapat diakses oleh pengguna resmi melalui internet. Sebuah
perusahaan juga dapat diakses melalui intranet pelanggan, pemasok, dan mitra
bisnis lain melalui tautan ekstranet. Intranet menyediakan sebuah portal
informasi perusahaan yang mendukung komunikasi dan kolaborasi, publikasi situs,
operasi dan manajemen bisnis, dan manajemen portal intranet.
· Komunikasi dan kolaborasi : Intranet dapat secara
signifikan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi di dalam sebuah perusahaan.
Kita juga dapat menggunakan fitur perangkat kelompok intranet untuk meningkatkan
kolaborasi tim dan proyek dengan layanan, seperti kelompok diskusi, ruang
obrolan, serta audio dan konferensi video.
· Publikasi situs : Keuntungan dari pengembangan dan
publikasi dokumen hyperlink multimedia ke basis data hypermedia yang dapat diakses
pada server situs seluruh dunia telah berpindah ke intranet korporat. Kemudahan
komparatif, ketertarikan dan biaya yang lebih rendah dari penerbitan dan
mengakses informasi bisnis multimedia secara internal melalui laman situs
intranet telah menjadi alasan utama bagi pertumbuhan eksplosif penggunaan
intranet dalam bisnis. Sebagai contoh, informasi produk yang beragam, seperti
surat berita, gambar teknis, dan katalog produk dapat diterbitkan dalam
berbagai cara, termasuk halaman situs hypermedia, surat elektronik, dan siaran
internet, serta sebagian aplikasi bisnis yang ada di dalam. Penjelajah
perangkat lunak intranet, server, dan mesin pencari dapat membantu kita mencari
dengan mudah dan menempatkan informasi bisnis yang kita butuhkan.
· Operasi dan manajemen bisnis : Intranet juga sedang
digunakan sebagai platform untuk pengembangan dan penyebaran aplikasi bisnis
yang penting untuk mendukung operasi bisnis dan pengambilan keputusan
manajerial di seluruh antarjaringan perusahaan. Sebagai contoh, banyak
perusahaan sedang mengembangkan aplikasi umum, seperti pengolahan pesanan,
pengendalian persediaan, manajemen penjualan, dan portal informasi perusahaan
yang dapat diimplementasikan pada intranet, ekstranet, dan internet. Banyak
dari aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan dan mengakses basis data
perusahaan yang sudah ada dan sistem warisan. Perangkat lunak untuk penggunaan
bisnis seperti ini kemudian dipasang pada server situs intranet. Karyawan di
dalam perusahaan atau mitra bisnis eksternal dapat mengakses dan menjalankan
aplikasi seperti ini dengan menggunakan penjelajah situs dari mana pun pada
jaringan kapan pun dibutuhkan.
· Manajemen portal intranet : Organisasi harus
memperkerjakan orang TI dan SI untuk mengelola fungsi – fungsi dari intranet
sejalan dengan pemeliharaan berbagai komponen perangkat keras dan perangkat
lunak yang diperlukan untuk keberhasilan operasi. Sebagai contoh, seorang
pengelola jaringan harus mengatur akses pengguna melalui mekanisme sandi dan
keamanan lainnya untuk memastikan bahwa masing – masing pengguna mampu untuk
menggunakan intranet secara produktif sementara secara simultan melindungi
integritas dari sumber daya data. Beberapa masalah yang dihadapi dalam tugas
ini, termasuk masalah yang berhubungan dengan proteksi terhadap akses tidak
resmi, virus computer, manajemen direktori, dan fungsi penting lainnya.
2.4.3 Ekstranet
Ekstranet
adalah tautan jaringan yang menggunakan teknologi internet untuk saling
menghubungkan intranet dari sebuah bisnis dengan intranet pelanggan, pemasok,
atau mitra bisnis lainnya. Perusahaan dapat membuat tautan jaringan pribadi
yang aman yang disebut dengan jaringan virtual pribadi (VPN). Atau, sebuah
perusahaan yang dapat menggunakan internet yang tidak aman sebagai tautan
ekstranet antara intranetnya dan pelanggan serta yang lainnya, tetapi
bergantung pada enkripsi dari data yang sensitive dan sistem dinding penghalang
miliknya sendiri untuk memberikan keamanan yang mencukupi. Dengan demikian,
ekstranet memungkinkan pelanggan, pemasok, konsultan, subkontraktor, calon
bisnis, dan lainnya untuk mengakses laman situs intranet terpilih dan basis
data perusahaan lainnya.
Sebuah
ekstranet organisasi dapat secara simultan menautkan organisasi ke berbagai
ekstranet mitra. Konsultan dan kontraktor dapat menggunakan ekstranet untuk
memfasilitasi desain sistem baru atau menyediakan layanan alih daya. Pemasok
dari organisasi dapat menggunakan ekstranet untuk memastikan bahwa bahan mentah
yang dibutuhkan untuk organisasi yang digunakan tersedia stoknya atau disampaikan
sesuai waktunya. Pelanggan dari sebuah organisasi dapat menggunakan ekstranet
untuk mengakses fungsi layanan mandiri, seperti pemesanan, pengecekan status
pesanan, dan pembayaran. Ekstranet menautkan organisasi dengan dunia luar dalam
sebuah cara yang dapat meningkatkan jalan dalam melakukan bisnisnya.
Nilai
bisnis dari ekstranet berasal dari beberapa faktor. Pertama, teknologi
penjelajah situs dari ekstranet membuat pelanggan dan pemasok mengakses sumber
daya intranet jauh lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan metode
bisnis sebelumnya. Kedua, ekstranet memungkinkan sebuah perusahaan untuk
menawarkan berbagai interaktif baru jenis layanan berbantu situs kepada mitra
bisnis mereka. Dengan demikian, ekstranet merupakan cara lain sebuah bisnis
untuk dapat membangun dan memperkuat hubungan strategis dengan pelanggan dan
pemasoknya. Juga, ekstranet dapat memudahkan dan meningkatkan kolaborasi dengan
sebuah bisnis dengan pelanggan dan mitra bisnis lain. Ekstranet memfasilitasi
pengembangan produk interaktif online, pemasaran, dan proses berfokus pada
pelanggan yang dapat memberikan desain produk yang lebih baik untuk dipasarkan
dengan cepat.
BAB III
KESIMPULAN
Telekomunikasi dan teknologi jaringan adalah bisnis
dan kumpulan antarjejaring dan perubahan cepat. Bisnis telah menjadi perusahaan
dalam jaringan. Internet, situs, serta intranet dan ekstranet adalah proses
bisnis jaringan dan karyawan bersama yang menghubungkan mereka kepada
pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan bisnis mereka lainnya. Perusahaan
dan kelompok kerja dapat berkolaborasi lebih kreatif, mengelola operasi bisnis
mereka dan sumber daya dengan lebih efektif, dan bersaing dengan berhasil dalam
perubahan ekonomi global yang cepat saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Sistem Informasi
Manajemen, Edisi 9, Penerbit Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar