KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT,karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul “Manajemen Sumber Data”.
Penulisan makalah merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah pendidikan Sistem Informasi Manajemen.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih
banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan
ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam
menyelesaikan makalah ini.
Akhirnya penulisan makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik dan semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
kita tentang “Manajemen Sumber Data”Amiin
Yaa Robbal ‘Alamiin.
Mojokerto , Oktober 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Dan Manfaat Penulisan....................................................................................... 2
1.4 MetodePenulisan............................................................................................................. 3
1.5 Sistematika Penulisan..................................................................................................... 3
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Bagian I (Landasan Teknis dari manajemen Basis Data................................................. 4
·
Manajemen
basis data........................................................................................ 4
·
Pengembangan Basis
Data................................................................................. 8
2.2 Bagian II (Mengatur Sumber Data).............................................................................. 10
·
Manajeme Sumber Data................................................................................... 10
·
Jenis
–Jenis Basis Data..................................................................................... 10
BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN.................................................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Dalam Era Global saat ini Sistem Informasi Manajemen merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari suatu organisasi dimana sistem informasi yang
menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan
berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu
kegiatan manajemen.sistem manajemen basis data merupakan perangkat lunak yang
dapat di gunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan
pengaksesan basis data. Tugas dari sistem manajemen basis data adalah
menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan
pengambilan data dari basis data.Pengelolaan manajemen basis data membutuhkan
suatu perangkat / tools untuk dapat mengelolanya, sehingga manajemen basis data
dapat terus dikelola dan terus ditingkatkan kinerjanya. Dengan adanya sistem
informasi maka suatu organisasi akan berusaha untuk lebih kompetitif dan
efisien yang pada akhirnya menambah nilai untuk mendapatkan, mengubah dan
mendistribusikan informasi dengan tujuan meningkatkan pengambilan keputusan,
meningkatkan kirnerja organisasi dalam mencapai tujuan organsisasinya. Sebuah
Sistem Informasi yang efektif menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu
dan relevan bagi penggunanya sehinggadapat digunakan untuk pengambilan keputusan.Dalam
pengambilan keputusan, baik dalam operasional sehari-hari, maupun dalam
perencanaan strategis ke masa depan. Proses pengambilan keputusan harus
dilandasi oleh data dan informasi yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan
yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari pengolahan data, dan
pengolahan data dilaksanakan oleh sistem informasi dengan dukungan teknologi
informasi.
Data adalah bahan baku informasi dan dikumpulkan dalam suatu basis-data (database) agar pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengolahan, dan pengamanannya dapat dilaksanakan secara effektif dan effisien diperlukan manajemen data, sehingga suatu informasi tersebut dapat menjadi informasi yang tepat guna, tepat waktu, akurat dan relevan.
Sebagai contoh suatu institusi akademik harus membangun database akademik, minimal memuat data mahasiswa, data dosen, data matakuliah, data ruangan, jadwal, sehingga dapat diperoleh informasi yang tepat tentang penyelenggaran akademik institusi tersebut.Dengan demikian agar suatu database yang efektif dapat dibangun, diperlukan pengetahuan dasar tentang database dan juga Sistem Manajemen Basis Data.
Data adalah bahan baku informasi dan dikumpulkan dalam suatu basis-data (database) agar pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengolahan, dan pengamanannya dapat dilaksanakan secara effektif dan effisien diperlukan manajemen data, sehingga suatu informasi tersebut dapat menjadi informasi yang tepat guna, tepat waktu, akurat dan relevan.
Sebagai contoh suatu institusi akademik harus membangun database akademik, minimal memuat data mahasiswa, data dosen, data matakuliah, data ruangan, jadwal, sehingga dapat diperoleh informasi yang tepat tentang penyelenggaran akademik institusi tersebut.Dengan demikian agar suatu database yang efektif dapat dibangun, diperlukan pengetahuan dasar tentang database dan juga Sistem Manajemen Basis Data.
1.2 Rumusan masalah
Untuk mengkaji dan mengulas tentang Manajemen Sumber Data, maka diperlukan subpokok bahasan yang saling
berhubungan, sehingga penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.Apakah Manajemen Sumber data itu?
2.Bagaimanakah manajemen sumber data
dan mengatur sumber data itu?
1.3 Tujuan dan manfaat penulisan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas MPK Sistem
Informasi Manajemen dan menjawab
pertanyaan yang ada pada rumusan masalah.
Manfaat dari penulisan makalah ini
adalah untuk meningkatkan pengetahuan penulis dan pembaca tentang Manajemen Sumber data untuk membuat kita lebih memahami Manajemen Sumber Data.
1.4 Metode Penulisan
Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan
dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber dari buku Sistem Informasi Manajemen Buku 1 Edisi 9 ,James A O’Brien dan George M.Marakas.
1.5 Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun menjadi tiga
bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab
pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Sedangkan bab
pembahasan dibagi berdasarkan subbab yang berkaitan dengan Manajemen
Sumber Data. Terakhir, bab penutup terdiri atas kesimpulan.
Bab 2 Pembahasan
2.1 BAGIAN I
(Landasan Teknis dari Manajemen Basis
Data)
1. Manajemen Basis Data
Suatu pengelolaan informasi apapun yang didapat
dari sistem informasi sehingga
informasi atau data dapat diakses dengan cepat dan mudah,apabila data
disimpan dengan cara yang tidak terorganisasi dan tidak terstruktur, maka akan
terasa sulit untuk mengelolahnya. Untuk itu apabila sumber data telah tersimpan
dengan cara terstruktur, maka semua data dapat diakses dengan mudah, dapat
diproses dengan efisien, diambil dengan cepat dan dikelola dengan efektif.
Struktur data dan metode akses berkisar dari sederhana sampai kompleks telah
disusun untuk mengorganisasi dan mengakses data yang tersimpan di dalam system
informasi dengan efisien.
a. Konsep Data Fundamental
Kerangka kerja konseptual dari beberapa level data
telah disusun berbeda di antara kelompok yang berbeda, atau elemen data.Oleh
sebab itu, data secara logis dapat diorganisasi menjadi karakter, bidang,
catatan, arsip dan basis data. Hanya dengan menulis dapat diorganisasi menjadi
huruf, kata, kalimat, paragraph,dan dokumen.
·
Karakter
Elemen data logis yang paling mendasar adalah
karakter, yang terdiri atas alphabet tunggal, numeric atau symbol yang lainnya.
·
Bidang
Level selanjutnya yang lebih tinggi adalah bidang,
atau jenis data.Sebuah bidang terdiri atas pengelompokan karakter yang
terhuung. Sebagai contoh, pengelompokan karakter alphabet dalam nama seseorang
mungkin membentuk sebuah bidang nama (nama akhir, nama awal, dan bidang inisial
tengah), dan pengelompokan angka dalam jumlah penjualan membentuk bidang jumlah
penjualan. Secara spesifik, satu bidang data mewakili satu atribut (sebuah
karakter atau kualitas) dari beberapa entitas (objek, orang, tempat, atau
cara). Sebagai contoh, gaji karyawan adalah atribut bidang data umum yang
digunakan untuk menggambarkan sebuah entitas dari seorang karyawan dalam suatu
bisnis.
·
Catatan
Semua bidang yang digunakan untuk menggambarkan
atribut dari entitas dikelompokkan dalam bentuk sebuah catatan.Jadi, suatu
catatan mewakili suatu koleksi atribut yang menggambarkan satu contoh dari
entitas. Contohnya adalah catatan gaji seseorang, yang terdiri dari bidang data
yang menggambarkan atribut seperti nama orang, nomor jaminan social, dan
tingkat bayaran. Catatan field – length berisi satu angka tetap dari bidang
data yang panjangnya tetap.Catatan variable – length terdiri dari angka
variable dari bidang dan field-length. Cara lain dalam melihat melihat sebuah
catatan bahwasannya itu mewakili satu contoh entitas. Masing - masing catatan
dalam arsip karyawan menggambarkan spesifik satu karyawan.
Normalnya, bidang pertama dalam satu catatan digunakan
untuk menyimpan beberapa jenis pengidentifikasi unik untuk catatan
tersebut.Pengidentifikasi unik ini disebut dengan kunci primer. Nilai dari
kunci primer dapat menjadi apapun yang akan bertindak mengidentifikasi secara
unik satu contoh dari entitas, dan membedakannya dari yang lain. Suatu contoh,
apabila ingin mengidentifikasi secara unik satu siswa tunggal dari sebuah
kelompok siswa terkait, kita dapat menggunakan satu angka pengenal siswa
sebagai sebuah kunci primer. Selama tidak ada orang berbagi angka pengenal
siswa yang sama, maka akan selalu mampu untuk mengidentifikasi catatan dari
siswa tersebut. Jika tidak ada data yang spesifik yang dapat ditemukan untuk
bertindak sebagai sebuah kunci primer untuk satu catatan, perancang basis data
hanya dapat menetapkan satu catatan angka berurutan unik, sehingga tidak ada
dua catatan yang akan memiliki kunci primer.
·
Arsip
Suatu kelompok catatan terkait adalah sebuah arsip
(terkadang merujuk pada sebuah tabel atau arsip biasa). Apabila ia tersendiri
dari arsip lain yang terkait dengannya, satu tabel tunggal mungkin dirujuk
sebagai arsip biasa. Sebagai poin dari akurasi, istilh arsip biasa mungkin
didefinisikan, baik secara sempit maupun lebih luas.Tegasnya, sebuah basis data
arsip biasa seharusnya tidak terdiri apapun selain data dan batasan.Lebih
luasnya, istilah merujuk pada basis data apapun yang ada dalam satu arsip tunggal
dalam bentuk baris dan kolom, dengan tanpa hubungan atau tautan antara catatan
dan bidang kecuali struktur tabel. Terlepas dari nama yang digunakan,
pengelompokan apapun yang terkait catatan dalam bentuk tabulasi (bentuk baris
dan kolom) itulah yang disebut arsip. Jadi, arsip seorang karyawan akan berisi
catatan karyawan dari sebuah perusahaan. Arsip telah diklasifikasikan secara
teratur oleh aplikasi dimana mereka terutama digunakan, seperti arsip gajiatau
arsip persediaan, atau jenis data yang mereka isikan, seperti arsip dokumen
atau arsip tampilan grafis.Arsip juga diklasifikasikan oleh ketetapannya,
sebagai contoh, arsip induk gaji versus arsip transaksi gaji mingguan. Sebuah
arsip transaksi , yang akan berisi catatan semua transaksi yang terjadi selama
satu periode dan mungkin digunakan secara periodic untuk memperbarui catatn
tetap yang berada di dalam sebuah arsip induk. Arsip histori adalah sebuah
transaksi using atau arsip induk menyimpan untuk keperluan cadangan atau untuk
penyimpanan historis jangka panjang, yang disebut penyimpanan kearsipan.
·
Basis Data
Basis data adalah kumpulan terintegrasi dari elemen
data terkait yang logis.Suatu basis data mengonsolidasikan catatan sebelumnya
yang disimpan dalam arsip yang terpisahke dalam kelompok data eemen biasa yang
menyediakan data untuk berbagai aplikasi.Data yang disimpan dalam basis data
adalah program aplikasi masndiri yang menggunakannya dan jenis perangkat
penyimpanan dimana mereka disimpan.
Jadi, basis data berisi elemen data yang menggambarkan
entitas dan hubungan diantara entitas.
Sebuah basis data tidak membutuhkan tampilan yang
kompleks atau teknis untuk menjadi sebuah basis data.Ia hanya perlu menyediakan
metode organisasi yang logis dan akses yang mudah untuk data yang tersimpan di
dalamnya.
1.
Struktur Basis Data
Hubungan di antara elemen data individu yang banyak
disimpan dalam basis data didasarkan pada salah satu dari beberapa struktur
data logis, atau model.Paket system manajemen basis data (database management
system – DBMS) dirancang untuk menggunakan strukturdata spesifik untuk
menyediakan pengguna akhir dengan kecepatan, akses yang mudah ke informasi yang
tersimpan di basis data. Lima struktur
basis data fundamental antara lain adalah hierarkis, jaringan, relasional,
berorientasi objek, dan model multimedimensional.
a.
Struktur
Hierarkis
Paket DBMS mainframe awal menggunakan struktur
hierarkis, dimana hubungan antara catatan dari hierarki atau struktur seperti
pohon.Dalam model hierarkis tradisional, semua catatan tergantung dan diatur
dalam struktur multilevel, terdiri dri satu akar catatan dan jumlah apapun dari
level bawahan.Jadi, seluruh hubungan di antara catatan adalah satu ke banyak
karena masing-masing elemen data berhubungan dengan satu-satunya di atasnya.
Elemen data atau catatan di level tertinggi dari hierarki disebut elemen akar.
Elemen data apapun dapat diakses dengan bergerak secara progresif ke bawah dari
akar dan seluruh cabang dari pohon sampai catatan yang diinginkan diperoleh.
b.
Struktur Jaringan
Struktur jaringan dapat mewakili hubungan logis yang
kompleks dan masih digunakan oleh beberapa mainframe paket DBMS. Ia memudahkan
hubungan banyak ke banyak di antara catatan ; yaitu model jaringan yang dapat
mengakses elemen data dengan mengikuti satu dari beberapa jalur karena elemen
data apapun atau catatan terkait dengan angka apapundari elemen data lainnya.
Struktur data hierarkis maupun jaringan biasa ditemukan di dalam orgnisasi
modern.
c.
Struktur Relasional
Struktur relasional paling banyak digunakan secara
luas dari tiga struktur basis data.Struktur ini digunakan pada sebagian besar
paket mikrokomputer DBMS, seperti pada kebanyakan system midrange dan
mainframe.Dalam struktur relasional semua elemen data dalam basis data
ditampilkan seperti yang tersimpan dalam bentuk tabel dua dimensi yang
sederhana, terkadang merujuk sebagai hubungan.Tabel di dalam basis data
relasional adalah arsip datar yang memiliki baris dan kolom.Masing-masing baris
mewakili sebuah catatan tunggal di arsip, dan masing-masing kolom mewakili satu
bidang.Perbedaan utama antara arsip datar dan basis data adalah bahwa arsip
datar hanya memiliki atribut dan spesifik untuk satu arsip.Sebaliknya, sebuah
basis data dapat menspesifikasi atribut data untuk beberapa arsip secara
simultan dan dapat terhubung dengan berbagai elemen data di satu arsip ke
mereka atau beberapa arsip lainnya.
d.
Operasi Relasional
Tiga poperasi dasar yang dapat ditampilan pada basis
data relasional untuk menciptakan susunan data yang berguna. Pilihan operasi
digunakan untuk menciptakan sub susunan dari catatan yang sesuai dengan
criteria yang ditetapkan. Sebagai contoh, sebuah pilihan operasi mungkin
digunakan pada basis data karyawan untuk menciptakan sub susunan catatan yang
berisi seluruh karyawan yang menghasilkan $30.000 per tahun dan yang telah
bersama perusahaan lebih dari tiga tahun. Cara lain untuk memikirkan pilihan
operasi adalah bahwasanya pilihan operasi secara temporer membuat sebuah tabel
dimana barisnya memiliki catatn yang sesuai criteria seleksi.
Operasi penggabungan dapat digunakan untuk
mengombinasikan dua atau lebih tabel secara temporer, sehingga seorang pengguna
dapat melihat data yang relevan dalam bentuk tampilan yang sepertinya semua ada
dalam satu tabel besar.Menggunakan operasi ini, seoang pengguna dapat meminta data
yang diperoleh dari beberapa arsip atau basis data tanpa harus mencari
masing-masingnya secara terpisah.
e.
Struktur Multidimensional
Model multidimensional adalah variasi dari model
relasional yang menggunakan struktur multidimensional untuk mengorganisasi data
dan mengekspresikan hubungan antara data.anda dapat memvisualisasikan struktur
multidimensional seperti kubus data dan kubus dalam kubus data. masing-masing
sisi kubus dianggap dimensi dari data.
f.
Struktur Berorientasi Objek
Model berorientasi objek dianggap sebagai salah satu
teknologi kunci dari generasi aplikasi multimedia baru berbasis situs. Model
berorientasi objek juga mendukung pewarisan, yaitu objek baru yang secara
otomatis diciptakan untuk mereplikasi beberapa atau seluruh karakteristik dari
satu atau lebih objek induk
g.
Evaluasi Struktur Basis Data
Struktur data hierarkis adalah model alami untuk basis
data yang digunakan untuk strukturnya, karakteristik pengolahan jenis transaksi
rutin dari banyak operasi bisnis di tahun-tahun awal pengolahan dan komputasi
data.data untuk operasi ini dengan mudah dipresentasikan oleh kelompok catatan
dalam hubungan hierarkis. Bagaimanapun, dengan berjalannya waktu, ada banyak
kasus dimana informasi dibutuhkan perihal catatan yang tidak memiliki hubungan
hierarkis.Struktur jaringan data dapat dengan mudah menangani hubungan banyak
ke banyak, sedangkan sebuah model hierarkis tidak mampu.Hal seperti ini,
struktur jaringan yang semakin fleksibel menjadi popular untuk jenis operasi
bisnis ini. Seperti struktur hierarkis, model jaringan yang tidak dapat
menangani permintaan khusus untuk informasi yang lebih mudah karena hubungannya
harus dispesifikasi dimuka, yang menunjuk pada kebutuhan untuk model
relasional.
Basis data reasional memungkinkan pengguna akhir
menerima informasi dengan mudah dalam merespons permintaan khusus.Itu karena
tidak semua hubungan antara elemen data di basis data relasional yang
terorganisasi perlu untuk dispesifikasi ketika basis data diciptakan.
Batasan utama dari model relasional adalah system
manajemen basis data relasional tidak dapat mengolah transaksi bisnis dalam
jumlah besar secepat dan seefisien seperti model berbasis hierarkis dan
jaringan.
2.
Pengembangan Basis Data
Paket manajemen berbasis data seperti Microsoft Access
atau Lotus Approach memungkinkan pengguna akhir untuk mengembangkan basis data
yang mereka butuhkan dengan mudah.Perusahaan besar biasanya menempatkan kendali
pengembangan basis data di seluruh perusahaan di tangan pengelola basis data
(Database Administrator – DBA) dan spesialis basis data lainnya. Pengembangan
basis data menggunakan data definisi bahasa (Data Definision Language – DDL) di
system manajemen berbasis data, seperti Oracle 10g atau IBM DB2 untuk
mengembangkan dan menspesifikasi konten data, hubungan dan struktur dari
masing-masing basis data. informasi seperti ini dikatalogkan dan disimpan di
sebuah basis data dari definisi dan spesifikasi data yang disebut sebuah kamus
data, atau gudang metadata, yang diatur oleh perangkat lunak manajemen basis
data dan dipertahankan oleh DBA.
Sebuah kamus data adalah catalog manajemen basis data
atau direktori yang berisi metadata (misanlnya data dari data).sebuah kamus
data bergantung pada komponen perangkat lunak basis data yang terspesialisasi
untuk mengatur sebuah basis data dari definisi data, yakni metadata perihal
struktur, elemen data dan karakteristik lain dari basis data organisasi.
Sebagai contoh, kamus data berisi nama dan deskripsi semua jenis catatan data
dan interrelasinya ; informasi menguraikan persyaratan bagi akses dan
penggunaan program aplikasi akhir untuk pengguna akhir ; dan basis data
pemeliharaan dan keamanan.
Pengelola basis data dapat meminta kamus data untuk
melaporkan status dari aspek apapun dari metadata perusahaan.Kemudian,
pengelola data membuat perubahan definisi dari elemen data yang
dipilih.Beberapa kamus data aktif (lawan pasif) secara otomatis mendorong
definisi elemen data standar kapanpun pengguna akhir dan program aplikasi
mengakses basis data organisasi. Sebagai contoh, sebuah kamus data yang aktif
tidak akan mengizinkan program pendataan untuk menggunakan definisi catatan
pelanggan yang tidak berstandar, juga tidak akan memudahkan karyawan untuk
memasukkan nama pelanggan yang melebhi ukuran yang ditentukan oleh elemen data.
Membangun basis data dari jenis data yang kompleks
berskala besar bisa menjadi tugas yang rumit. Pengelola basis data dan analisis
desain basis data bekerja dengan pengguna akhir dan analis system untuk
memodelkan proses bisnis dan data yang mereka butuhkan. Kemudian mereka dapat
memastikan (1) definisi data apa yang sebaiknya dimasukkan ke basis data dan
(2) struktur atau hubungan apa yang sebaiknya ada di antara elemen data.
a.
Perencnaan Data dan Desain Basis Data
Pengembangan basis data bisa dimulai dengan proses
data perencanaan atas-bawah. Pengelola dan perancang basis data bekerja dengan
manajemen korporat dan pengguna akhir untuk membangun model perusahaan yang
menunjukkan proses bisnis dasar dari perusahaan. Kemudian, mereka dapat
menunjukkan kebutuhan informasi dari pengguna akhir dalam proses bisnis,
seperti proses pembelian/penerimaan yang dimiliki oleh semua bisnis.
Selanjutnya, pengguna akhir harus mengidentifikasi kunci
elemen data yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas bisnis spesifikasinya.
Langkah ini secara teratur melibatkan pengembangan diagram hubungan entitas
(Entity Relationship diagram – ERD) yang sebagai model hubungan diantara banyak
entitas yang terlibat dalam proses bisnis. ERD adalah model grafis sederhana
dari berbagai arsip dan hubungan mereka, berisi sebuah system basis data.
Pengguna akhir dan perancang basis data dapat menggunakan manajemen basis data
atau perangkat lunak pemodelan bisnis yang membantu mereka membangun model ERD
untuk proses pembelian/penerimaan. Ini akan membantu mengidentifikasi pemasok
data produk yang dibutuhkan untuk mengotomatisasi pembelian/penerimaan mereka
dan proses bisnis lainnyamenggunakan perangkat lunak menajemen sumber daya
perusahaan (Enterprise Resource Management – ERM) atau manajemen rantai penawaran
(Supply Chain Management – SCM).
BAGIAN II (Mengatur Sumber Data)
1.
Manajemen Sumber Data
Data merupakan sumber daya yang penting bagi
organisasi yang perlu dikelola seperti asset bisnis penting lainnya.Saat ini,
perusahaan bisnis tidak dapat bertahan atau skses tanpa kualitas data dari
operasi internal mereka dan lingkungan eksternal.
Dengan masing-masing klik tetikus online, baik sedikit
data baru yang dibuat atau data yang sudah tersimpan diambil dari semua situs
bisnis itu.Semuanya berada pada puncak permintaan penyimpanan kekuatan industry
yang telah digunakan di korporasi besar.Apa yang mendorong pertumbuhan tesebut
menghancurkan yang penting bagi perusahaan umtuk menganalisis setiap informasi
kecil yang mereka dapat ambil dari gudang data mereka yang besaruntuk
keuntungan kompetitif. Itu telah membuat penyimpanan data dan fungsi manajemen
berperan penting di zaman informasi.
oleh sebab itu organisasi dan manajer mereka perlu untuk memprktikkan manajemen sumber data mereka, sebuah aktivitas manajerial yang menerapkan teknologi system informasi, seperti manajemen basis data, gudang data dan alat manajemen data lain yang menjadi tugasmengelola sumber data organisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan informasi dari pemegang saham dalam bisnis mereka.
oleh sebab itu organisasi dan manajer mereka perlu untuk memprktikkan manajemen sumber data mereka, sebuah aktivitas manajerial yang menerapkan teknologi system informasi, seperti manajemen basis data, gudang data dan alat manajemen data lain yang menjadi tugasmengelola sumber data organisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan informasi dari pemegang saham dalam bisnis mereka.
2.
Jenis – Jenis Basis Data
a.
Basis Data Operasional
Data operasional menyimpan data terperinci yang
dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi perusahaan. Mereka juga
disebut sebagai area basis data subyek (Subject Area Database – SDB), basis
data transaksi dan basis data produksi.Contohnya, basis data pelanggan, basis
data sumber daya manusia, basis data persediaan, dan basis data lainnya yang
berisi data yang dihasilkan oleh operasi bisnis.
b.
Distribusi Basis Data
Banyak organisasi mereplikasi dan mendistribusikan
salinan atau bagian dari basis data untuk jaringan server di berbagai situs.
Distribusi basis data ini bisa berada di jaringan server di seluruh situs
dunia, pada internet dan ekstranet korporat, atau pada jaringan perusahaan
lain. Distribusi basis data mungkin menyalin basis data operasional atau
analitis, basis data hypermedia atau basis data diskusi, atau jenis-jenis basis
data lainnya.Replikasi dan distribusi dari basis data memperbaiki kinerja basis
data di lokasi kerja pengguna akhir.
Distribusi basis data memiliki kelebihan dan
kekurangan.Satu kelebihan utama adalah sebuah distribusi basis data berada
dalam perlindungan basis data yang berharga. Apabila seluruh data organisasi
berada di lokasi fisik tunggal, setiap peristiwa bencana seperti kebakaran atau
kerusakan di media yang menampung data akan menghasilkan kerugian bencana yang
sama dari pengguna data itu. Dengan memiliki distribusi basis data di beberapa
lokasi, akibat buruk dari sebuah peristiwa dapat diminimalisasikan.
Kelebihan lain dari distribusi basis data ditemukan
pada kebutuhan penyimpanan mereka. Sering kali, system basis data yang besar
mungkin didistribusikan ke basis data yang lebih kecil berdasarkan beberapa
hubungan logis antara data dan lokasi.Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan
beberapa cabang operasi dapat mendistribusikan datanya, sehingga masing-masing
cabang lokasi operasi juga menjadi lokasi cabang basis datanya.Karena beberapa
basis data di system distribusi dapat digbungkan bersama-sama, masing-masing lokasi
mengendalikan data local, sementara seluruh lokasi lainnya dapat mengakses
basis data manapun di perusahaan yang sangat dibutuhkan.
Bagaimanapun, distribusi basis data bukanlah tanpa
tantangan.Tantangan utamanya adalah mempertahankan akurasi data.Jika sebuah
perusahaan mendistribusikan basis datanya ke beberapa lokasi, perubahan apapun
atas data di satu lokasi harus diperbarui entah bagaimana caranya di seluruh
lokasi. Pembaruan ini dapat dicapai dengan satu atau dua cara : replikasi atau
duplikasi. memperbarui distribusi basis data menggunkan replikasi melibatkan
penggunaan sebuah aplikasi perangkat lunak khusus yang terlibat di
masing-masing distribusi basis data, dan mencari perubahan yang terjadi
didalamnya. Sesekali perubahan ini teridentifikasi, proses replikasi mmembuat
seluruh distribusi basis data terlihat sama dengan membuat perubahan yang
sesuai pada masing-masingnya. Proses replikasi sangat kompleks dan bergantung
pada jumlah dan ukuran dari distribusi basis data, dapat menghabiskan sumber daya
komputer dan waktu yang banyak. Proses duplikasi, sebaliknya, tidak terlalu
sulit. Ini pada dasarnya mengidentifikasi satu basis data sebagai induk dan
kemudian menduplikasi di mana basis data pada waktu tertentu setelah
berjam-jam, sehingga masing-masing lokasi distribusi memiliki data yang sama.
Salah satu kelemahan dari proses duplikasi adalah bahwa tidak ada perubahan
yang dilakukan di basis data lain maupun di banding induknya untuk menghindari
perubahan lokal yang tertimpa selama proses duplikasi. Namun, bila digunakan
dengan tepat, duplikasi dan replikasi dapat menjaga seluruh lokasi distribusi
saat ini dengan data terbaru.
Satu tantangan tambahan berhubungan dengan distribusi
basis data adalah daya komputasi ekstra dan lebar jalur yang diperlukan untuk
mengakses beberapa basis data di beberapa lokasi.
c.
Basis Data Eksternal
Akses ke informasi yang kaya dari basis data eksternal
tersedia dengan tarif dari layanan tariff komersial online dan dengan atau
tanpa biaya dari banyak sumber situs di seluruh dunia.
Situs menyediakan berbagai halman tautan yang tak
berujung dari dokumen multimedia di basis data hypermedia agar anda
dapat mengaksesnya. Data yang tersedia dalam bentuk statistik atas aktivitas
ekonomi dan demografi dari bank data statistis, atau anda dapat menampilkan
atau mengunduh salinan abstrak atau lengkap dari ratusan Koran, majalah,
bulletin, makalah penelitian, dan materi terbitan lain dan terbitan berkala
mulai dari bibliografi sampai habis data berisi teks. Kapanpun anda menggunkan
sebuh mesin pencari, seperti google atau yahoo untuk mencari suatu internet,
anda dapat menggunakan basis data eksternal yang sangat, sangat besar.
d.
Basis Data Hipermedia
Pertumbuhan situs yang cepat di Internet dan ekstranet
perusahaan secara dramatis telah meningkatkan penggunaan basis data dari
dokumen hiperteks dan hypermedia.Sebuah situs yang menyimpan informasi seperti
ini dalam basis data hipermediterdiri atas halaman tautan multimedia (teks,
grafis, dan tampilan foto, klip video, segmen audio, dan lain-lain).Yaitu dari
sebuah sudut pandang manajemen basis dat, susunan halaman multimedia
interkoneksi di sebuah situs adalah sebuah basis data dari elemen halaman
hypermedia interrelasi, daripada catatan data interrelasi.
e.
Pergudangan Data dan Penggalian Data
Suatu pergudangan data menyimpan data yang telah
diekstraksi dari berbagai operasional, eksternal, dan basis data lainnya dari
organisasi. Ini adalah pusat sumber data yang telah dibersihkan,
ditransformasi, dan dikatalogkan, sehingga mereka dapat digunakan oleh manajer
dan pelaku bisnis lainnya untuk penggalian data, proses analitis online, dan
bentuk lain dari analisis bisnis, penelitian pasar dan dukungan keputusan.
Salah satu karakteristik penting mengenai data di
gudang data adalah tidak seperti basis data dimana perubahan dapat terjadi
secara konstan, data di gudang ini statis, yang berarti sekali data
dikumpulkan, diformat untuk penyimpanan, dan disimpan dalam gudang data, mereka
tidak akan pernah berubah. Pembatasan ini supaya permintaan dapat dibuat di
dalam data untuk mencari pola yang kompleks atau tren historis yang mungkin
sebaliknya menjadi data dinamis yang tanpa diketahui yang berubah konstan
sebagai hasil transaksi dan pembaruan terkini.
Penggalian data merupakan penggunaan utama dari gudang
data dan data statik yang mereka isikan.Dalam penggalian data, data di dalam
gudang data dianalisis untuk mengungkap pola tersembunyi dan tren aktivitas
bisnis historis.Analisis ini dapat digunakan untuk membantu manajer mengambil
keputusan mengenai perubahan strategis pada operasi bisnis untuk mencapai
keuntungan kompetitif di dalam pasar.
Penggalian data dapat menemukan korelasi baru, pola,
tren dalam jumlah data bisnis yang luas (seringnya beberapa terabyte data)
tersimpan di gudang data.perangkat lunak penggalian data membedakan poa
pengenalan algoritma maju, sebagaimana berbagai teknik matematik dan statistik,
untuk menyaring melalui kumpulan data untuk mengekstrak informasi bisnis
strategis yang tidak diketahui sebelumnya. Sebagai contoh, banyak perusahaan
menggunakan penggalian untuk :
ü
Melaksanakan analisis keranjang pasar untuk
mengidentifikasi bundle produk baru
ü
Mencari akar penyebab masalah kualitas atau
pabrikasi
ü
Mencegah gesekan antar pelanggan dan memperoleh
pelanggan baru
ü
Menjual silang ke pelanggan yang sudah ada
ü
Membat profil pelanggan dengan lebih akurat
f.
Pengolahan Arsip Tradisional
Dalam pendekatan arsip tradisional yang digunakan dalam pengolahan data bisnis selama bertahun-tahun,
masing-masing aplikasi bisnis dirancang untuk menggunakan satu atau lebih arsip
data terspesialisasi yang berisi jenis catatan data spesifik.Sebagai contoh,
sebuah bank memeriksa aplikasi pengolahan akun yang dirancang untuk mengakses
dan memperbarui sebuah arsip data yang berisi catatan data terspesialisasi dan pemeriksaan
akun nasabah bank. Dengan cara yang serupa, aplikasi pengolahan angsuran
pinjaman bank yang dibutuhkan untuk mengakses dan memperbarui sebuah data
terspesialisasi berisi catatan data angsuran pinjaman nasabah bank.
g.
Masalah dalam Pengolahan Arsip
System pengolahan informasi memiliki permasalah utama
sebagai berikut :
1.
Redundansi Data. Arsip data mandiri memasukkan
banyak duplikasi data : data yang sama (seperti nama dan alamat pelanggan)
dicatat dan disimpan dalam beberapa arsip. Redundansi data ini menyebabkan
masalah ketika data telah diperbarui. Program pemeliharaan arsip terpisah telah
dikembangkan dan dikoordinasikan untuk memastikan bahwa masing-masing arsip
telah diperbarui dengan benar. Tentunya koordinasi ini, membuktikan kesulitan
dalam praktiknya, sehingga banyak inkonsistensi yang terjadi diantara data yang
tersimpan dalam arsip yang terpisah. Kekurangan integrasi data memiliki data
dalam arsip mandiri membuatnya sulit untuk memberikan pengguna akhir dengan
informasi untuk permintaan khusus yang dibutuhkan dlam mengakses data yang
tersimpan di beberapa arsip yang berbeda.
Program computer khusus telah dipasangi program yang
mampu untuk mengambil data dari masing-masing arsip mandiri.Pengambilan ini
terlalu sulit, memakan waktu, dan memakan biaya untuk beberapa organisasi yang
tidak mungkin menyediakan pengguna akhir atau manajemen dengan informasi
seperti ini.Pengguna akhir telah megekstraksi informasi yang dibutuhkan secara
manual dari berbagai laporan yang dihasilkan dari masing-masing aplikasi yang
terpisah dan kemudian menyiapkan laporan khusus untuk manajemen.
2.
Ketergantungan Data. Dalam system pengolahan
arsip, komponen utama dari sebuah system-organisasi dati arsip, lokasi fisik
mereka di perangkat keras penyimpanan, aplikasi perangkat lunak yang digunakan
untuk mengakses arsip itu bergantung pada satu cara lain yang signifikan.
Sebagai contoh, program aplikasi yang biasanya berisi referensi ke format
spesifik dari data yang tersimpan diarsip yang mereka gunakan. Sehingga
perubahan dalam formast dan struktur data dan catatan dalam sebuah arsip
membutuhkan perubahan dilakukan ke seluruh program yang menggunakan arsip
tersebut. Usaha pemeliharaan program ini adalah beban utama dalam system
pengolahan arsip. Ini membuktikan kesulitan untuk melakukannya dengan benar :
dan hasilnya berupa inkonsistensi yang banyak dalam arsip data.
3.
Kekurangan dalam integritas dan standardisasi
data dalam system pengolahan arsip, ini mudah bagi elemen data dan seperti
jumlah stok dan alamat pelanggan untuk ditentukan secara berbeda oleh pengguna
dan aplikasi yang berbeda. Perbedaan ini menyebabkan masalah inkosistensi
serius dalam program pengembangan untuk mengakses data seperti ini.
Tambahannya, integritas (misalnya, akurasi dan
kelengkapan) dari data menjadi dicurigai karena di sana tidak ada kendali atas
penggunaan mereka dan peliharaan oleh pengguna akhir yang sah. Sehingga,
kekurangan dalam standardisasi menyebabkan masalah utama dalam pengembangan dan
pemeliharaan program aplikasi sebagaimana dalam keamanan dan integritas arsip
data yang dibutuhkan oleh organisasi.
h.
Pendekatan Manajemen Basis Data
Dipahami sebagai fondasi dari metode modern untuk
mengelolah data organisasional. Pendekatan manajemen basis data mengonsolidasi
catatan data, yang sebelumnya memegang arsip terpisah, ke basis data yang dapat
diakses oleh banyak program aplikasi yang berbeda. Tambahannya, suatu system
manajemen basis data (database manajemen system – DBMS) bertindak sebagai
sebuah perangkat lunak antar muka antara pengguna dan basis data, yang membantu
pengguna mengakses data dengan mudah dari sebuah basis data.sehingga, manajemen
basis data melibatkan pengguna perangkat lunak manajemen basis data untuk
mengendalikan bagaimana basis data dibuat, ditanyai, dan dipertahankan untuk
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna akhir.
Sebagai contoh, catatan pelanggan, dan jenis data
lainnya yang dibutuhkan untuk beberapa aplikasi perbankan yang berbeda, dan
jenis data lainnya yang dibutuhkan untuk beberapa aplikasi perbankan yang
berbeda, seperti pemeriksaan cek, system anjungan mandiri, kartu kredit, akun
tabungan, dan akuntansi angsuran pinjaman. Data-data dapat dikonsolidasi ke
dalam basis data nasabah biasa, dibandingkan yang tersimpan dalam arsip yang
berbeda untuk masing-masing aplikasi tersebut.
a.
System Manajemen Basis Data
Sebuah system manajemen basis data (Database Manajemen
System – DBMS) merupakan alat perangkat lunak utama dari pendekatan manajemen
basis data karena ia mengendaikan pembuatan, pemeliharaan, dan pengguna basis
data dari sebuah organisasi dan pengguna akhirnya. Dalam system computer
mainframe dan server, system manajemen basis data adalah paket system perangkat
lunak penting yang mengendalikan pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan
basis data dari organisasi yang menggunakan computer. Contoh dari vesrsi
mainframe dan server yang terkenal dari perangkat lunak DBMS adalah IBM DB2
Universal Database, Oracle 10g dari Oracle Corp, dan MySQL, DBMS sumber terbuka
yang terkenal.
Tiga fungsi utama dari system manajemen berbasis data
adalah (1) membuat basis data baru dan aplikasi basis data, (2) untuk
memelihara kualitas data di dalam organisasi basis data, dan (3) menggunakan
basis data dari sebuah organisasi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan
oleh pengguna akhir.
Pengembangan basis data melibatkan penggunaan sebuah
DBMS untuk mengembakan prototype dari permintaan, bentuk, laporan, dan halaman
situs untuk sebuah aplikasi bisnis yang diinginkan.Pemeliharaan basis data
mengikutsertakan penggunaan system pengolahan transaksi dan alat lainnya untuk
menambahkan, menghapus, memperbarui, dan mengoreksi data di dalam basis
data.penggunaan utama dari basis data oleh pengguna akhir mempergunakan
kemampuan penyelidikan basis data dari sebuah DBMS untuk mengakses data di
sebuah basis data yang secara selektif mengambil dan menampilkan informasi
informasi dan menghasilkan laporan, bentuk, dan dokumen lainnya.
b.
Penyelidikan Basis Data
Kemampuan penyelidikan basis data adalah manfaat utama
dari pendekatan manajemen basis data.pengguna akhir dapat menggunakan DBMS
dengan meminta informasi dari sebuah basis data menggunakan sebuah fitur
permintaan atau sebuah laporan pembangkit. Mereka dapat menerima satu respons
cepat dalam bentuk tampilan video atau laporan tercetak.Pemrograman yang sulit
tidak diperlukan.Fitur bahasa permintaan membantu Anda dengan mudah menyediakan
respons cepat untuk permintaan data khusus. Anda hanya mengunci permintaan
pendek pada beberapa kasus, menggunakan struktur kalimat umum yang seperti akan
anda gunakan untuk menspesifikasi sebuah format laporan untuk informasi yang
ingin anda berikan sebagai sebuah laporan.
Permintaan SQL
Atau bahasa permintaan terstruktur (Structured Query
Language) adalah bahasa permintaan standar internasional yang ditemukan pada
banyak paket DBMS. Dibanyak kasus, SQL adalah struktur bahasa yang digunakan
untuk “meminta sebuah pertanyaan” dimana DBMS akan mengambil data untuk
menjawab. Bentuk dasar dari permintaan SQL adalah : PILIH … DARI … DIMANA …
Setelah PILIH, Anda mendaftar bidang data yang ingin
Anda ambil. Setelah DARI, Anda mendaftar arsip atau tabel dari data yang harus
diambil. Setelah DIMANA, Anda menspesifikasi kondisi yang membatasi pencarian
di dalam catatan data itu yang Anda inginkan.
Logika Boolean
Untuk mengakses penuh daya SQL, seorang pengguna basis
data perlu memiliki pemahaman besar dari konsep di belakang logika
Boolean.Dikembangkan oleh George Boole di pertengahan tahun 1800-an, logika
Boolean memudahkan kita untuk menyaring pencarian kita untuk informasi spesifik
yang seperti itulah satu-satunya informasi yang diharapkan dapat tersedia.
Logika Boolean terdiri dari atas tiga penyelenggara
logis : (1) DAN, (2) ATAU, dan (3) TIDAK. Menggunakan tiga penyelenggara
digabungkan dengan sintaksis dari sebuah permintaan SQL, seorang pengguna basis
data dapat menyaring sebuah pencarian untuk memastikan ituah satu-satunya data
yang diharapkan dapat diambil. Susunan yang sama ini dapat digunakan untuk
menyaring pencarian informasi dari internet (yang sesungguhnya tidak lebih dari
basis data terbesar di dunia).
Misalnya, kami tertarik dalam menyediakan informasi
mengenai kucing di internet. Kita hanya dapat mencari kata kucing, dan sejumlah
besar situs yang berptensi berguna akan diambil. Masalahnya adalah apa yang
ditambahkan ke situs mengenai kucing, kita juga akan mengambil situs mengenai
kucing dan anjing, hewan peliharaan secara umum (apabila situs tersebut
memasukkan kata kucing), dan kemungkinan situs lain mengenai acara musikal
Broadwayari berjudul kucing. Untuk
menghindari untuk menyaring melalui situs dalam mencari apa yang kita inginkan,
kita dapat menggunakan logika Boolean untuk membentuk satu permintaan yang
halus :
Kucing ATAU
binatang DAN TIDAK anjing ATAU Broadway
Dengan menggunakan permintaan pencarian ini, kita bisa
mengambil situs apapun dengan kata kucing atau binatang, tetapi tidak
memasukkan situs apapunyang juga memiliki kata anjing atau Broadway.
Menggunakan pendekatan ini, kita akan mengeliminasi referensi apapun ke kucing
dan anjing atau ke acara musikal Broadway berjudul kucing. Untuk itu permintaan
ini akan menghasilkan pencarian yang lebih halus dan mengeliminasi kebutuhan
melihat situs yang tidak berhubungan atas ketertarikan kita yang spesifik.
Permintaan
Grafis dan Alamiah
Banyak pengguna akhir (dan pelaku SI) mengalami
kesulitan dalam mengoreksi frase SQL dan permintaan pencarian bahasa basis data
lain. Jadi, kebanyakan pengguna akhir dari paket manajemen basis data
menawarkan GUI (Graphical User Inteface/pengguna grafis antarmuka) metode
tunjuk dan klik, yang lebih mudah untuk digunakan dan diterjemahkan oleh
perangkat lunak ke perintah SQL.
Proses
Pemeliharaan Basis Data
Dicapai melalui system pengolahan transaksi dan
aplikasi pengguna akhir lainnya, dengan dokumen DBMS.Pengguna akhir dan
spesialis informasi dapat mempekerjakan berbagai utilitas yang disediakan oleh
DBMS untuk pemeliharaan basis data.Basis data dari sebuah organisasi
membutuhkan pembaruan berkesinambungan untuk merefleksikan transaksi bisnis
baru (misalnya, hasil penjualan, hasil produksi, pengapalan persediaan) dan
peristiwa lainnya. Perubahan kecil lain juga harus dibuat untuk memperbarui dan
mengoreksi data (misalnya, perubahan nama dan alamat pelanggan atau karyawan)
untuk memastikan akurasi data di dalam basis data.
Pengembangan
Aplikasi
Sebagai tambahan, paket DBMS memainkan peran utama dalam
pengembangan aplikasi. Pengguna akhir, analisis system, dan pengembangan
aplikasi lain dapat menggunakan bahasa pemrograman 4GL dan membuat alat
pengembangan perangkat lunak yang diberikan oleh banyak paket DBMS untuk
membangun program aplikasi umum. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan DBMS
untuk mengembangkan layar pendataan, bentuk, laporan, atau halaman situs dari
sebuah aplikasi bisnis yang mengaksrs basis data perusahaanuntuk mencari dan
memperbarui kebutuhan datanya.Sebuah DBMS juga membuat pekerjaan dari
pengembangan aplikasi perangkatlunak menjadi lebih mudah, karena mereka tidak
harus mengembangkan prosedur penanganan data terperinci menggunakan bahasa
pemrograman konvensinal di setiap saat mereka menulis sebuah program.Bahkan
mereka dapat memasukkan fitur sebagai pernyataan bahasa manipulasi data (Data
Manipulation Language – DML) dalam perangkat lunak mereka yang memanggil DBMS
untuk melaksanakan aktivitas penanganan data yang diperlukan.
BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari uraian diatas Penulis dapat
menyimpulkan bahwa :
1.Manajemen
Sumber Data
Aktivitas
manajerial yang menerapkan teknologi Informasi dan alat perangkat Lunak pada
tugas pengelolaan sebuah sumber data Organisasi.yang menerapkan
teknologi system informasi, seperti manajemen basis data, gudang data dan alat
manajemen data lain yang menjadi tugasmengelola sumber data organisasi untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan informasi dari pemegang saham dalam bisnis mereka
2.Manajemen
Basis Data
Adalah
Manajemen yang memengaruhi penyimpanan dan pengolahan data.data yang dibutuhkan
oleh aplikasi yang berbeda yang dikonsolidasi dan terintegrasi dalam beberapa
basis umum daripada disimpan dalam banyak arsip data mandiri.
3.Perangkat
Lunak Basis Data (Sistem manajemen Basis Data)
Paket
perangkat lunak yang menyederhanakan pembuatan,pengguanaan,dan pemeliharaan
Basis Data
4.Pengembangan
Basis Data
Pengembangan
basis data dapat dengan mudah dicapai dengan menggunakan paket manajemen basis
data Mikrokomputer untuk aplikasi kecil dari pengguna akhir.
5.Akses
Data
Data
Harus Terorganisai dalam beberapa cara Logis dari perangkat penyimpanan
fisik,sehingga mereka dapat diproses dengan Efisien.
·
O’Brien
James A dan George M.marakas.2014.SISTEM
INFOMASI MANAJEMEN.Jakarta: Salemba Empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar